Siaran Pers: Jarkomsu Gelar Kongres II di Garuda Plaza Hotel PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 15 September 2009 06:22
• Tohap P.Simamora secara aklamasi terpilih sebagai Ketua

Medan,
Jaringan Radio Komunitas Sumtera Utara (Jarkomsu) menggelar Kongres II di Hotel Garuda Plaza, Selasa (15/9). Kongres ini dihadiri oleh semua anggota Jarkomsu yang terdiri dari 18 radio komunitas yang tersebar di 10 kabupaten/kota serta tim peninjau enam orang.

Dalam kongres yang berjalan cukup sengit, terpilih kembali Ketua Jarkomsu sebelumnya Tohap Simamora yang akan memimpin Jarkomsu untuk masa bakti 2009-2011, sedangkan Sekretaris terpilih Muhammad Hidayat dan Wardi Spd sebagai Bendahara.

Kongres yang berthema ”Pemberdayaan Masyarakat Melalui Radio Komunitas” mengamanahkan kepada pengurus terpilih agar memajukan radio komunitas untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, demokratis, universl dan berkeadilan. Hal ini dilatarbalekangi oleh prinsip keberadaan radio komunitas dari, oleh dan untuk masyarakat dengan melibatkan seluas-luasnya partisipasi pendengar dan komunitasnya.

Last Updated on Thursday, 17 September 2009 06:05
Read more...
 
Siaran Pers: CRI Yogya Gelar Workshop PNPM di Medan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 15 September 2009 06:20
Medan
Combine Resource Institution (CRI) Jogya menggelar workshop tentang Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri di Garuda Plaza Hotel Medan, Senin (14/9). Workshop ini merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Program Akubtabilitas dan Transparansi PNPM Mandiri yang melibatkan Radio Komunitas di 6 enam Provinsi di Indonesia yakni Sumatera Utara, Nanggro Aceh Darussalam, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat.

Workshop yang berlangsung di Medan menghadirkan narasumber Ketua Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (Bapemmas & Pemdes) Provinsi  Sumatera Utara, Rusli Abdullah selaku Satuan Kerja PNPM Perdesaan dan Surya Dharma sebagai Koordinator Provinsi program tersebut.

Dalam kesempatan itu, Rusli Abdullah mengatakan, PNPM merupakan program untuk membangun sebuah sistem pemberdayaan masyarakat untuk pengentasan kemiskinan yang langsung melibatkan masyarakat, pemerintah, lembaga masyarakat serta lembaga-lembaga lainnya sehingga kegiatan ini sangat didukung agar PNPM berjalan sebagaimana yang diharapkan.

Last Updated on Thursday, 17 September 2009 06:02
Read more...
 
Sepenggal Ponorogo di Sudut Langkat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 25 June 2009 20:24

Suara riuh mengawali pertunjukan Reog Singa Barong Paskambet. Kesenian tradisional ini sengaja ditampilkan untuk menyambut rombongan tamu yang terdiri dari puluhan fans radio Mitra FM, sebuah radio komunitas di Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang. Tanpa sengaja, sejumlah hadirin yang rupanya memiliki kedekatan emosional dengan musik asal Ponorogo ini ikut menggoyangkan badan. Bahkan, seorang tamu yang usianya mencapai 80 an tahun – yang ternyata mantan pemain reog, ikut nimbrung bersama kelompok pemusik dan berteriak-teriak menyemangati para penari jatilan.

Jatilan merupakan pembuka pagelaran Reog. Ada dua perempuan muda usia belasan dengan pakaian tradisional menari jatilan. Secara keseluruhan tampilan tarian jatilan ini hampir sama dengan tarian dalam kuda kepang, baik peralatan yang menggunakan kuda buatan terbuat dari anyaman bambu dan kostumnya. Bedanya, dalam pertunjukan reog ini, pemusik ikut riuh menyemangati para penari. Sesekali penabuh gendang berteriak agar penari lebih bersemangat menggoyangkan tubuh.

Bisa jadi, riuh dengan teriakan dan senggakan di tengah alunan musik berbeat cepat dan keras menjadi salah satu khasnya Reog Ponorogo, menggambarkan musik yang dinamis. Bahkan seorang pemain Reog, Jumput (52) mengatakan, tanpa teriakan bukan reog namanya. “Ya beginilah kalau orang Ponorogo main reog, pasti mulutnya lebar,” ujarnya berkelakar di sela-sela pertunjukan.

Tarian Jatilan yang merupakan salah satu dari serangkaian pertunjukan Reog ini terdiri dari lima jenis yaitu ponoragan, sampak, lamongan, bagiro dan jengklekan. Masing-masing tarian ini dibedakan dari gerakannya. Keseluruahn gerakan ini menggambarkan emosi kuda dari mulai kuda bermain hingga birahi. Kalau ditarikan semua, Joget Jatilan ini bisa berlangsung selama 1,5 jam.
Last Updated on Thursday, 25 June 2009 20:27
Read more...
 
Kartini dan Tengkulak Nasionalisme PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 07 September 2009 10:57

Raden Ajeng Kartini di Jepara jangan-jangan tak mengenal Cut Nyak Dien sebaik dia mengenal Booij-Boissevain, Van Zeggelen, atau Estelle Zeehandellar; sahabat pena tempatnya bercerita tentang diskriminasi yang dialami perempuan Jawa.

Andaipun Kartini berkirim surat kepada Cut Nyak Dien, pastilah sulit berbalas. Sebab, saat putri ningrat ini baru menikmati dihapusnya tradisi pingit (1900) atas perintah Ratu Wilhemina, Cut Nyak Dien sudah menggantikan Teuku Umar, suaminya, memimpin gerilya di belantara Aceh. Dia bahkan sudah dua kali menjanda, jauh sebelum Kartini dipaksa kawin dengan Bupati Rembang.

Entah apa yang membuat Kartini tak menulis surat ke perempuan-perempuan pejuang di tanah air seperti halnya kepada nonik-nonik Belanda terdidik. Padahal, Pati Unus yang sama-sama asal Jepara pernah bertempur bersama kerajaan nusantara lain, menghadang Portugis di Malaka (1513).

Last Updated on Monday, 07 September 2009 11:04
Read more...
 
JARKOMSU Pertanyakan Keikutsertaan KPID-SU Dalam Proses Penyegelan Radio Komunitas PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 25 June 2009 20:23

Medan, 19/02/09. Jaringan Radio Komunitas Sumatera Utara (Jarkomsu) mempertanyakan keikutsertaan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumatera Utara dalam proses penyegelan sejumlah lembaga penyiaran, khususnya radio komunitas di Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Pertanyaan ini disampaikan saat pengurus JARKOMSU dan anggota komunitas Rakom SAR FM dan Rakom Mitra FM berkunjung ke Sekretariat KPID-SU Kamis (19/2) siang yang diterima lima dari tujuh anggota KPID-SU.

Menurut Tohap P. Simamora selaku Ketua JARKOMSU, membaca sejumlah pemberitaan dan email dari salah seorang anggota KPID-SU yang disiarkan media cetak maupun elektronik, pihak KPID-SU mengklaim telah melakukan penyegelan sejumlah lembaga penyiaran. Sementara berdasarkan data bukti dalam Berita Acara Penyiataan yang diserahkan kepada pengelola lembaga penyiaran, yang menjadi landasan hukum penyitaan adalah Undang Undang No.36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

“Tidak satu pasal pun dari UU No.32 Tahun 2002 tentang Penyiaran tercantum, Ini membuktikan KPID sebagai lembaga Negara Independen sudah menjadi underbow dari Postel dan KPID-SU hanya dijadikan sebagai saksi,”jelas Tohap P.Simamora.

Last Updated on Friday, 26 June 2009 03:19
Read more...
 
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 2 of 2